Sabtu, 22 Juni 2024

The Wind Will Carry Us - Review In Bahasa

 THE WIND WILL CARRY US, ABBAS KIAROSTAMI, REVIEW


Beberapa poin di film ini yang saya suka :

1. Menolong orang itu lebih penting dibandingkan mengurus urusan pribadi kita. Di film ini digambarkan Engineer yang menunggu seorang wanita tua yang sudah sakit-sakitan untuk ditanyai. Ia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk itu dikarenakan kondisinya yang tidak baik. Di akhir film, Engineer lebih mementingkan untuk memanggilkannya seorang dokter dan melupakan tugas utamanya, menanyainya.

2. Jangan marahi anak kecil, mereka tidak tau apa apa. Farzad sempat dimarahi Engineer karena memberitahu sesuatu ke teman Engineer yang menurut Engineer tidak boleh diberi tau. Karena itu, ia dimarahi dan memusuhinya. Padahal, anak kecil itu tidak berdosa, Ia masih kecil untuk memahami mana yang benar dan mana yang salah. Tugas kita sebagai orang dewasa hanya menegur dengan baik dan menasihatinya.

3. Sesuatu yang berasal dari alam akan kembali ke alam. Engineer sempat mengambil sebuah tulang paha hewan dan menaruhnya di kaca mobil, padahal tulang merupakan sesuatu yang berasal dari alam, tidak sepantasnya juga untuk dipajang atau digunakan sebagai hak pribadi sesukanya. Di akhir film, Engineer membuang tulang tersebut dan tulang tersebut hanyut di sungai, yang artinya itu kembali ke alam.

4. Malu sama binatang. Saat Engineer dilanda perasaan gelisah, ia melihat sebuah serangga yang sedang membawa sebuah makanan dengan cara menggulingkannya dengan kesusahan. Melihat tersebut Engineer jadi tersadar bahwa ia seharusnya harus bisa lebih semangat menghadapi masalah, masa kalah sama serangga tadi?

Bagi saya pribadi, film ini adalah sebuah mahakarya. Banyak pesan moral yang kita ambil dan rasanya budaya mereka cukup relate dengan keseharian kita.

My personal rating : 5/5

My Thoughts in Columbus (2017)

 Hal-hal yang saya pelajari dari film Columbus (2017) diantaranya: 1. Bersahabat dengan zona nyaman Casey memiliki mimpi untuk berkarir di K...