Review Blue Velvet 1986 Karya David Lynch
3 kata : Tegang, Tamak, Kejam
Blue Velvet adalah film yang menceritakan seorang pria bernama Jeffrey yang berusaha menyelidiki seorang penyanyi bernama Dorothy karena dirinya menemukan sebuah potongan telinga manusia dan menduga bahwa Dorothy ada kaitannya dengan penemuannya tersebut.
Warning : This review may contain spoilers.
Review :
Awalnya saya mengira film ini akan sangat liar mengingat film ini garapan dari sutradara David Lynch yang terkenal gemar memproduksi film semacam itu. Namun dugaan saya salah, film ini tak se-liar yang saya kira.
Berhubung ini film thriller, saya mau membahas sedikit tentang ketegangan di film ini. Yap, film ini berhasil bikin saya terkejut beberapa kali layaknya nonton film horor, karena beberapa adegan nya memang semenegangkan itu.
Dari awal sampai akhir film kita merasa seperti mengikuti perjalanan investigasi serta penyelidikan atas penemuan sebuah telinga manusia yang tidak sengaja ditemukan Jeffrey di sebuah lapangan. Tidak sendirian, dia dibantu oleh gadis yang sedang didekatinya, Sandy, serta ayah dari Sandy yang merupakan seorang detektif.
Sandy menduga bahwa Dorothy si penyanyi terlibat dalam kasus ini. Jeffrey pun menyusun sebuah rencana untuk menyelinap masuk ke apartemennya dengan memohon bantuan dari Sandy. Namun hasil yang didapat nihil dan Jeffrey tertangkap basah oleh Dorothy. Jeffrey pun dipergunakan sebagai pemuas oleh Dorothy, namun di tengah-tengah Dorothy kedatangan seorang pria bernama Frank yang ternyata Dorothy adalah alat pemuas-nya Frank, sementara itu Jeffrey berusaha menyembunyikan dirinya sambil mengintip mereka.
Di suatu waktu hubungan antara Jeffrey dan Dorothy ketahuan oleh Frank dan geng nya yang membuat Jeffrey dikucilkan atau "diberi pelajaran". Atas kelakuan Jeffrey yang tidak diterima oleh Frank, Frank menyerang Jeffrey hingga tak sadarkan diri.
Semakin hari Jeffrey menyelidiki kasus ini, ia mengetahui suatu fakta bahwa Frank rupanya menculik suami (pemilik telinga yang terpotong) dan anak dari Dorothy, yang akhirnya Jeffrey bisa pecahkan di akhir film. Sungguh film yang happy ending :)
Yang saya kurang paham dari film ini hanya eksistensi dari Yellow Man, siapa dia sebenarnya dan hubungannya dengan tokoh yang lain. Saya rasa keberadaannya membuat saya bingung. Saya juga bingung di ending film sebelum di Frank tertembak, itu Yellow Man tertembak dalam kondisi berdiri dan suami Dorothy dalam kondisi terikat, sebenarnya apa yang terjadi?
Karakter favorit saya di film ini adalah Detektif William. Entah kenapa menurut saya dia adalah orang yang handal, profesional, dan ramah, terbukti dengan caranya memperlakukan Jeffrey. Kalau karakter yang paling saya benci sih udah jelas Frank ya, heran ada orang kek gitu, bikin kesel sepanjang nonton.
Dari awal sampai film kita juga disuguhkan dengan lagu yang berjudul sama dengan judul filmnya, lagu yang iconic, walaupun kalau dibilang cocok atau ngga sama filmnya saya juga bingung sih.
Overall Blue Velvet adalah film yang menggambarkan tentang lingkungan sosial di Amerika, dimana penjahat bertebaran dan tindakannya menyusahkan banyak orang, entah itu mereka lakukan demi harta, kepuasan tersendiri atau hanyalah wujud balas dendam.
Rating : 4,5/5


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)